12 October 2013

Estetika Rasionalisme Jerman

Kali ini yang akan dibahas adalah Estetika Rasionalisme Jerman dengan tokohnya Alexander Gottlieb Baumgarten. Rasionalisme adalah periode kebudayaan atau pergerakan intelektual di abad 18 yang berkembang di barat terutama di Eropa.


Baumgarten (1714-1762) dibesarkan di Berlin, Jerman. Ia adalah seorang pengajar filsuf pertama yang memberikan kuliah tentang estetika. Berkat Baumgarten, estetika dianggap sebagai ilmu pengetahuan. Sebelumnya estetika tidak dianggap sebagai suatu pengetahuan. Baumgarten menerbitkan buku berjudul "Aesthetica" sebanyak 2 volume pada tahun 1750 dan 1758. Oleh karena itu, Baumgarten disebut sebagai Bapak Estetika Modern.

Menurut Baumgarten "estetika" berarti ilmu pengetahuan berdasarkan kemampuan kognitif yang dibagi menjadi dua. Tingkat inferior yaitu inderawi yaitu apa yang kita lihat, hirup, dengar dan sebagainya adalah sebuah pemikiran. Bukan hanya tingkah laku tanpa arti. Yang kedua adalah intelektual (mengerti hal-hal secara konseptual).

Estetika dan logika saling melengkapi karena estetika bisa dijelaskan secara sistematis sehingga bisa dijadikan sebagai ilmu pengetahuan. Selain itu, estetika memiliki logikanya sendiri yang berbeda dengan logika matematis.

Menurut Baumgarten, Estetika adalah sebuah sains mengenai kognisi pancaindrawi. Berpikir secara logis adalah "berpikir indah". Berpikir indah memiliki 2 syarat yang diperlukan yaitu pengalaman inderawi dan pengalaman nalar.

"Kebenaran estetik" bersifat langsung (tidak terbatasi oleh parameter-parameter baku seperti berat, ukuran dan sebagainya). Misalnya saja kita mendengarkan sebuah lagu tanpa kita harus tahu tempo dan elemen internal lainnya tapi dapat memancing emosi kita sebagai pendengar.

3 kriteria "kebenaran estetik" :
1. kekayaan imajinasi (banyaknya elemen individual)
2. besarnya imajinasi (kompleksitasnya)
3. kejelasan atau kejernihan penyampaian/penghadiran.

Fungsi kriteria tersebut adalah untuk menilai kesempurnaan dari kognisi atau pengetahuan pancaindrawi.
Misalnya karya Mondrian seperti :


Karya Mondrian dianggap tidak memiliki kebenaran estetik oleh Baumgarten. Karena elemennya yang sedikit hanya menggunakan garis-garis dan 3 warna. Dan tidak kompleks karena sangat simple hanya kotak-kotak. Dan tidak jelas apa ini.

Selain karya Mondrian yang dianggap tidak memiliki kebenaran estetik yaitu karya abstrak.

Kejelasan ekstensif yang dimaksud oleh Baumgarten yaitu kita bisa merasakan keindahan lewat pengalaman indrawi atau pengalaman estetik kita sendiri tetapi kita tidak dapat menginterpretasikan atau menjelaskan apa sebenarnya yang indah itu.

Kebenaran seni bersifat indrawi, tidak selalu konseptual dan tidak bisa didapatkan melalui logika semata. Sedangkan kebenaran logis sifatnya berlawanan dengan kebenaran seni.

Nilai guna seni :
1. Karena sebagai teori mengenai pancaindrawi membantu rasionalitas.
2. Membantu menjadi manusia yang lebih utuh yang mampu menyeimbangkan sensualitas dan rasionalitas.

No comments:

Post a Comment