Tokoh utama dalam pembahasan kali ini adalah G.W.F. Hegel (1770-1831).
Hegel sendiri adalah tokoh terpenting dari idealisme Jerman. Karya terpentingnya adalah The Phenomenology of Spirit. Hegel adalah seorang akademisi dalam bidang estetika, agama, sejarah, dan sejarah filsafat.
1. Dialektika : pola argumentasi yang melibatkan thesis (ide) vs anti-thesis (penyangkalan) menghasilkan sintesis (jawaban baru).
Sebelum Hegel, Dialektika hanya digunakan sebagai pola argumentasi untuk mencari prinsip-prinsip dasar. Tetapi Hegel menggunakan dialektika untuk menjelaskan sejarah. Menurutnya sejarah berevolusi secara dialektis ( Dialektika Sejarah ).
Apa yang kita anggap benar sekarang belum tentu benar juga nantinya.
Menurutnya lagi, sejarah itu terdiri dari manusia yang dia sebut Roh/Spirit/Exist/Semangat Jaman.
2. Roh
- Di tiap periode terdapat semangat jaman. Ide-ide sifatnya sosial dan kemudian membentuk roh sejarah/semangat jaman. Roh inilah yang dianggap Hegel berkembang secara dialektis.
Yang membentuk roh atau semangat jaman itu sendiri adalah kesadaran diri.
3. Kesadaran diri ( kolektif ) : gagasan yang secara umum dipegang atau disepakati oleh suatu masyarakat.
- Kolektif sendiri berarti ketika saya punya pemikiran yang lebih canggih daripada masyarakat umum.
Jadi, kesadaran individu nail level jadi lebih canggih kemudian mempengaruhi masyarakat.
- Budaya : gagasan/norma yang disepakati secara umum oleh suatu kelompok. Budaya ini terdiri dari kesadaran kelompoknya.
4. Kebebasan
- Seseorang menjadi bebas jika dia menyadari segala potensi-potensi dirinya dan merealisasikannya. Jadi menurut Hegel, seseorang bebas itu jika seseorang sadar dirinya siapa lalu berupaya mewujudkan potensi-potensi yang dia sadari itu. Hal ini berlaku juga di masyarakat.
"Roh (kesadaran diri) berkembang secara dialektis karena
ingin terus menerus berusaha menjadi bebas"
- Seni juga merupakan ekspresi roh. Karena seni terus berubah, makanya seni memiliki tahapan-tahapan (revolusi seni) menurut Hegel :
1. Simbolik : abstrak tetapi sangat mengekspresikan roh, tetapi belum bebas. Masih mencari potensi diri.
2. Klasik : contohnya karya seni pada jaman yunani kuno dan romawi kuno. Roh masyarakat pada periode ini sudah bebas, tau potensi diri mereka dan dengan filsafat, mereka memenuhi potensi diri mereka (bebas).
Mereka menciptakan patung-patung berupa manusia. Tubuhnya ditutupi kain karena malu (memiliki etika).
Karya pada masa ini dikenal dengan sebutan Pure Beauty. Pure Beauty dilahirkan dari kesenian yang mereka anggap bebas.
3. Romantik : pada jaman Hegel berkembang lagi. Manusia bukan hanya punya nalar tapi sudah bisa berimajinasi. Berimajinasi adalah hal yang dianggap melampaui potensi diri manusia. Keindahan melampaui logika dan pure beauty. Seni-seni pada jaman ini mencerminkan semangat jaman pada masa romantik.
No comments:
Post a Comment