Menurut Immanuel Kant, zaman pencerahan adalah zaman dimana manusia keluar dari ketidak dewasaannya. Sebagai manusia hendaknya kita tidak percaya bulat-bulat dengan filsafat yang telah ada.
Proyek filsafat Kant sendiri berhubungan dengan kritiknya atas rasio manusia.
Kant memiliki 3 karya besar, yaitu :
- Dalam karya ini, Kant mengkritik semua pengetahuan yang menurutnya bersifat analitik (sudah diketahui dari subjeknya) dan bersumber dari rasio murni.
- Menyatakan ada pengetahuan yang bersifat sintetik dan a priori (ide bawaan, yang dibawa dari ide awalnya)
- Revolusi kopernikan
2. 1788-Kritik atas Rasio Praktis (tentang etika, bagaimana manusia bertindak)
- Rasio praktis > tindakan dan kehendak kita di dunia. Rasio praktis itu adalah perintah atas tindakan kita, yang sama untuk semua manusia tanpa terkendali.
- Imperatif Kategoris : semua tindakan yang diinginkan untuk dilakukan dan dilakukannya harus bersamaan agar menjadi sebuah hukum universal.
3. 1790-Kritik atas Daya Pertimbangan (tentang estetika)
- Disini dibahas tentang bagaimana kita merasakan. Seperti saat dimana kita merasa senang saat melihat sesuatu yang indah.
- analitik mengenai keindahan
- pertimbangan akan selera
- keindahan itu berharga karena memberikan rasa senang (pleasure). Rasa senang itu terdiri dari 3 :
1. The agreeable (fisik), seperti makan enak, memiliki teman yang seru dan menyenangkan.
2. The Good (mental), seperti kebaikan.
3. Beauty (keindahan), tidak fisik dan tidak mental.
Hanya beautylah yang memiliki aspek-aspek untuk membedakan seni dengan benda-benda lainnya. Seni memiliki 4 aspek keindahan yaitu :
1. kualitas > tanpa pamrih, hanya beauty yang tergolong tanpa pamrih-terlepas dari keuntungan pribadi.
2. kuantitas > universal, semua orang setuju sesuatu itu indah karena memang objeknya indah dan tidak peduli komentar atau tanggapan dari orang lain.
3. relasi > purposiveness without purpose, teleology: semua yang ada punya tujuan tertentu meskipun karya seni itu sendiri tidak harus memenuhi tujuan tersebut.
4. modalitas > keniscayaan, jika sebuah objek benar-benar indah maka niscaya semua orang pun memiliki pendapat yang sama.
- Dalam filsafat Kant ada yang dikenal dengan Yang Sublim (nyaris tidak masuk akal). Yang Sublim dapat berupa seperti perasaan-perasaan yang membawa manusia keluar dari batas-batas rasio kita. Selain itu yang sublim harus bersifat agung dan kolosal (tidak masuk akal).
Sublim dibagi menjadi 2, matematis (melampaui ukuran normal) dan dinamis (melampaui rasio kita dan mengundang imajinasi).
Berhadapan dengan yang sublim, orang akan kagum dan gentar. Sublim sendiri serius dan berat tidak seperti keindahan yang ceria dan ringan. Jadi, sublim bertolak belakang dengan keindahan.
No comments:
Post a Comment