Ada
3 filsuf terkenal pada jaman Yunani Kuno. Mereka membahas mengenai metafisika.
Metafisika sendiri membahas tentang kenyataan dibalik sesuatu yang ada dan
dapat dilihat.
1.
Plato
Adalah seorang filsuf yang lahir di Athena sekitar
427 SM. Plato belajar filsafat dari Sokrates dan kemudian menjadi teman
sekaligus murid dari Sokrates. Kemudian Plato mendirikan Akademia pada tahun 387 SM di Athena.
Salah satu karya Plato yang terkenal adalah Politeia yang menjelaskan tentang
negara.
Plato adalah seorang idealis karena dia percaya
sumber dari segala yang ada adalah IDEA.
Idea adalah kebenaran sejati yang sifatnya kekal, universal dan didapatkan
melalui nalar.
Menurut Plato, fisik adalah sesuatu yang
membelenggu manusia. Indera selalu berubah-ubah tidak seperti pikiran.
Estetika sebagai pengamatan inderawi dianggap tidak
penting bagi Plato.
Seni sendiri adalah imitasi (mimesis-mimeseos) :
tiruan dari tiruan. Lukisan yang menggambarkan suatu objek adalah tiruan dari
objek itu sendiri.
Menurut Plato, seni membuat manusia semakin jauh
dari idea dan bersifat emosional sehingga memperkeruh pikiran manusia dan
membuat manusia tidak dapat berpikir jernih sehingga semakin jauh dari idea.
2.
Aristoteles
Lahir pada 384 SM, di Stagyra, Yunani Utara.
Aristoteles merupakan murid dari Plato di Akademia. Aristoteles menentang
ajaran Plato. Menurut Aristoteles, Idea hanyalah kemampuan manusia untuk
menarik kesimpulan. Aristoteles mencetuskan teori metafisikanya hyle-morfisme. Teori ini menjelaskan
bahwa setiap benda dilihat dari fisiknya yang konkrit.
Jadi, menurut Aristoteles hakikat suatu benda tidak
terletak dalam ide-ide benda itu, melainkan mewujudkan dirinya secara konkret
dan kelihatan secara bertahap dalam serangkaian penampakan.
4 macam penyebab sesuatu itu ada :
1.
Penyebab Material : bahan-bahan dasar dari suatu benda.
2.
Penyebab
Formal : prinsip atau rumus yang
menyusun material-material.
3.
Penyebab
Efisien : alat yang menggerakan
terjadinya sesuatu.
4.
Penyebab Final : tujuan benda tersebut dibentuk.
Buku
khusus karya Aristoteles yang membahas tentang seni Poetics. Menurut Aristoteles seni itu penting karena seni membawa
manusia ke titik Katharsis ( saat dimana emosi manusia meluap) sehingga manusia
dapat berpikir jernih.
3.
Plotinus
Plotinus
adalah filsuf yang disebut Neo-Platonisme karena mulai membangkitkan lagi
teori-teori Plato yang dikembangkan dengan menggabungkan dengan teori
Aristoteles.
Karya
terkenalnya Enneads yang berisi inti
pokok ajaran Plotinus yang diterbitkan oleh muridnya, Porfirius.
Teori
metafisika Plotinus adalah Emanasi dan
Remanasi. Teori Plotinus menjelaskan
segala sesuatu memiliki satu sumber yang disebut Yang Esa atau The One.
The One adalah kondisi paling dasar yang harus dimiliki sesuatu untuk menjadi
nyata.
Urutannya
adalah Yang Esa – Akal Budi – Jiwa Dunia – Jiwa – Materi. Proses ini disebut
Emanasi. Sedangkan Remanasi kebalikannya dari Materi menuju Yang Esa. Karena
menurutnya semuanya berasal dari satu sumber dan kembali lagi ke sumber itu.
Menurutnya
seni itu konkrit dan ideal. Seni itu mendekatkan kita ke Yang Esa. Seni
merupakan sesuatu yang sacral dan indah. Sakral karena mendekatkan kita ke Yang
Esa.
Keindahan
dibagi 2, keindahan luar dan keindahan dalam. Keindahan luar yaitu keindahan
fisik dan bisa tercerna dengan indera. Sedangkan keindahan dalam yaitu
keindahan realitas atau jiwa dan dapat tercerna dengan pikiran atau nalar.
No comments:
Post a Comment