Aesthetics - part 1
Buat yang belum tau tentang aesthetic atau biasa dikenal dengan sebutan estetika, kali ini saya akan membahas mengenai aesthetics.
Kata Estetika berarti mengamati dengan indera. Estetika itu adalah ilmu yang mengamati dengan indera atau pengamatan inderawi.
Beberapa definisi estetika dari buku karangan M. Ali :
- merupakan ilmu pengetahuan pengamatan inderawi.
- renungan filosofis tentang seni atau filsafat seni.
- menyelidiki yang indah dan buruk.
- membicarakan masalah cita-rasa (taste).
Faktor pembentuk pengalaman estetik :
1. Teori Fenomenologi : ilmu yang membahas tentang pengalaman yang dialami oleh manusia.
- Kita adalah makhluk yang bertubuh (embodied beings)
- Pengalaman apapun termasuk pengalaman estetis berawal dari kenyataan bahwa kita adalah makhluk yang bertubuh.
- Yang dimaksud dengan "tubuh" terdiri dari lapisan inderawi atau fisik dan mental atau akal. Seperti ingatan atau nalar atau imajinasi.
- Kita adalah makhluk yang terus berubah
- Pengalaman estetis, sebagai pengalaman bertubuh, dapat mendorong terjadinya perubahan atau transformasi.
- Kita adalah makhluk kognitif (pikiran)
- Transformasi yang terjadi dalam suatu pengalaman estetis adalah dorongan untuk memulai suatu proses penilaian.
Berikut ini adalah beberapa argumen yang menentang estetika :
- sifatnya fana : sifatnya cepat dan hanya berlangsung sejenak.
- sifatnya ambigu dan tidak konsisten : tidak dapat menjelaskan secara pasti dan persis seperti ilmu matematika dan logika.
- sifatnya subjektif : soal rasa setiap individu berbeda-beda antara individu yang satu dengan individu lainnya.
- tidak berguna.
Manusia selain makhuk sosial juga merupakan makhluk estetik. Hal ini terbukti karena semua manusia pasti memiliki pengalaman estetik. Oleh karena itu, kita sebagai manusia harusnya peduli dengan estetika itu sendiri.
Estetika sendiri bisa dianggap sebagai alat untuk mengartikulasikan pengalaman estetis kita. Sebagai seorang desainer, estetika bisa berguna untuk mempertanggung jawabkan karyanya seperti pilihan dan alasan mengapa menggunakan elemen desain seperti yang digunakan.
Estetika dari dulu hingga sekarang terbagi menjadi empat kategori zaman.
- Yunani Kuno : Kosmosentrisme
- Abad Pertengahan : Teosentrisme
- Masa Modern : Antroposentrisme
- Abad ke-20 dan 21 : Teknologi - Informatika
No comments:
Post a Comment