18 December 2013

Estetika Zen Buddhisme

Zen Buddhisme yaitu gabungan ajaran Tao dan Buddhisme dari India. Zen Buddhisme adalah ajaran gaya hidup.

Zen Buddhisme lebih mengutamakan pencerahan yang datang dari diri kita sendiri tanpa memperhatikan nalar/ajaran-ajaran filosofis/logika untuk mendapatkan kebenaran.

Meditasi adalah suatu yang sangat penting bagi Zen karena berfungsi untuk menyelaraskan pikiran dan tubuh kita.

Konsep yang penting dalam Zen adalah Wabi-Sabi, berpusat pada penerimaan akan ketidak kekalan dan ketidak sempurnaan sebagai sifat kehidupan. Konsep Wabi-Sabi berkembang dari ajaran Zen mengenai 3 ciri khas kehidupan :
  1. Ketidak kekalan
  2. Penderitaan
  3. Kekosongan/Kehampaan atas diri kita yang sejatinya
Contoh Wabi-Sabi yaitu upacara minum teh dalam kebudayaan Jepang "Cha No Yu".
Cha No Yu dianggap bentuk kesenian sendiri yang memberikan pengalaman estetis khusus yang menghasilkan ketenangan.

Murata Shuko (abad 15) membuat rumah teh dan menurutnya tuan rumahlah yang harus melayani tamunya sendiri. Langit-langit tempat tuan rumah berada dibuat lebih rendah daripada langit-langit ruangan tamu sebagai tanda tuan rumah lebih rendah derajatnya dari tamu-tamunya. Bangunannya juga sangat tradisional.

7 prinsip estetika Wabi-Sabi :
- kesederhanaan : penerapan secara minimal dan sewajarnya
- ketenangan : merasa tersentuh dari dalam nurani, dengan rasa tentram bukan heboh
- kealamiahan : menghindari sesuatu yang dibuat-buat / yang sudah direncanakan
(3 itu adalah prinsip kunci Wabi-Sabi)

- Ketidak bergantungan : aspek yang memberi sebuah karya rasa yang segar dan orisinil. 
- Kedalam halusan : karya punya gaung dalam diri kita dan dirinya sendiri dengan nuansa yang berlapis-lapis di 1 sisi terselubung tetapi juga terasa jelas.
(2 tersebut adalah prinsip kunci dari Wabi)

- Sublimitas : dimana sebuah karya menjadi ciri khas yang paling esensial dalam konteksnya.
- asimetris : karena kita mengikuti pola-pola dari alam sehingga tidak simetri.

No comments:

Post a Comment