Kali ini estetika lebih membicarakan mengenai kritik tentang atau terhadap kebudayaan. Ada 3 tokoh penting dari Mazhab Frankfurt, Theodor Adorno, Max Horkheimer, dan Walter Benjamin.
Theodor Adorno dan Max Horkheimer menulis buku yang berjudul Dialectic of Enlightenment. Theodor dan Max membuat sebuah teori yang terkenal mengenai kritik mereka terhadap industri budaya. Dampak industrialisasi pada budaya terutama gejala yang disebut sebagai mass culture. Mereka berdua adalah tokoh utama yang memberi arahan hingga akhirnya terbentuk Frankfurt School. Frankfurt School berisi beberapa/kelompok orang akademisi yang bekerja di Institute for Social Research.
Dalam buku Dialeticnya ada 1 bab tulisan mengenai "Kritik terhadap Industri Budaya". Menurut mereka industri telah membuat budaya menjadi pabrik yang mencetak produk-produk budaya sebagai karya seni. Karya seni karena dari industri jadi kehilangan nilai seninya karena diproduksi secara masal.
Contohnya film yang semakin lama diproduksi secara masal untuk dinikmati banyak orang. Film dan audio disadari sudah jadi industri bukan lagi karya. Karena produser sadar mereka bisa mendapatkan untung. Hal inilah yang mereka kritik.
Kritik terhadap Industri Budaya :
1. Budaya sebagai "industri" : film populer bukan karya seni tapi produk kultural karena punya harga jual dan hanya memberi hiburan semata.
Menurut Theodor dan Max : budaya harusnya bisa memberikan pengalaman/kenikmatan estetik dan stimulan. Bagi mereka film, komik, grafiti bukan lagi karya seni.
2. Materialisme Historis dari Karl Marx : Marx punya suatu konsep yang disebut materialisme historis. Isinya yaitu mengenai masyarakat berkembang dengan memproduksi barang-barang yang mereka butuhkan untuk kelangsungan hidup.
Menurut Theodor dan Max : hal tersebut berbahaya karena dengan terus memproduksi barang-barang seperti film/komik yang dianggap orang-orang mereka butuhkan, padahal sebenarnya hal itu berguna karena memberikan untung kepada pembuatnya saja. Tidak berguna bagi konsumernya. Jadi konsumer salah merasa membutuhkan hal-hal tersebut.
3. Estetika sebagai Kritik Sosial
Theodor dan Max mengajukan kritik kepada budaya sosial. Maksudnya bagaimana seni sebagai produk kebudayaan mempengaruhi orang banyak dan bagaimana masyarakat meresponnya.
Bagi mereka, seni itu sangat sakral. Tidak boleh ada sangkut paut industri. Seni itu juga harus punya tujuan lebih daripada hanya untuk kepentingan industri.
Walter Benjamin juga sependapat dengan Theodore dan Max. Esai pentingnya yaitu karya seni dalam era reproduksi mesin. Reproduksi sebenarnya bukan hal yang baru tapi di jaman modern dengan adanya reproduksi mesin, sekarang karya seni bisa dibuat banyak dan cepat. Sehingga hilangnya otentisitas dan aura karya seni yang hanya dimiliki oleh karya seni yang asli.
Otentisitas yaitu keberadaan sebuah karya di posisi tertentu dan titik sejarah di lokasi tertentu.
Sedangkan aura karya seni yaitu sesuatu yang sifatnya abstrak, tidak bisa dijelaskan, hanya bisa dirasakan melalui efeknya dan hanya dimiliki oleh karya seni yang otentik.
Menurut Benjamin, sebagus-bagusnya jiplakan yang dibuat dari mesin tetap tidak memiliki otentisitas dan aura dari karya seni aslinya.
Di jaman ini estetika sudah membicarakan tentang industri, pop culture.
No comments:
Post a Comment